Rabu, 27 Oktober 2010

Untitle

semburat cahaya itu
tersudutkan di pojok jalan
membaurkan asap rokokku
kau berada di sana
menari di atas aspal hitam
berlenggok merayu malam
melempar senyum ke sana kemari
aku pikir aku sedang gila
atau kau yang gila
ah, bukan
tangan itu menepuk mataku
memukulkan kayu
di atas tengkuk leherku
terjerembab aku di balik selimut
terbangun dari mimpiku

Bantul, 24 Oktober 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar