wuzzzzz
sapanya padamu
saat kau tertunduk
berpaku pada kata-kata itu
kau jegangkan kakimu
seperti tak peduli pada siapapun
dan apapun di sekelilingmu
sorotanmu sangat tajam
tarian bibirmu sangat lentur
dan
gairahmu sangat liar
wuzzzzz
lagi-lagi tak kau hiraukan sapaan itu
masih tetap kau sibukkan diri
pada sesuatu yang ada di depanmu
beringinpun heran menatapmu
apa yang membuatmu sekhidmat itu
wuzzzzz
angin itu pun terhembus berlalu
Jogja, 28 Oktober 2010
Kamis, 28 Oktober 2010
KAU TERLALU SEMPURNA
Kau terlalu sempurna
Bahkan untuk sekedar ku sebut namamu
Kau terlalu sempurna
Kau di langit aku di bumi
Kau bunga aku akar
Kau madu aku racun
Kau terlalu sempurna
Kau bidadari
Sedang aku hanya bagian dari mereka
yang bermipi untuk menjadi setara
Kau terlalu sempurna
Kita beda
Kau terlalu sempurna
Kau di langit aku di bumi
Kau bunga aku akar
Kau madu aku racun
Kau terlalu sempurna
Kau bidadari
Sedang aku hanya bagian dari mereka
yang bermipi untuk menjadi setara
Kau terlalu sempurna
Kita beda
31 Mei 2010
Uzlah
hening-hening malam
sayup-sayup nyanyian alam
tirai terbuka
hanya aku dan engkau
ber uzlah dalam diam
sayup-sayup nyanyian alam
tirai terbuka
hanya aku dan engkau
ber uzlah dalam diam
Dalam Naungan Ramadhan
Dalam naungan Ramadhan....
Kuberteduh di bawah dekapan malam
Berselimut angin terhembus
Di atas bentangan permadani sederhanaku.....
Dalam naungan Ramadhan...
Kutapaki masaku
Ku dekap anganku
Ku panggil nama Itu
Kuberadu akan jiwaku.....
Dalam naungan Ramadhan.....
Inginku bertatap denganMu.......
24 Agustus 2010
Berselimut angin terhembus
Di atas bentangan permadani sederhanaku.....
Dalam naungan Ramadhan...
Kutapaki masaku
Ku dekap anganku
Ku panggil nama Itu
Kuberadu akan jiwaku.....
Dalam naungan Ramadhan.....
Inginku bertatap denganMu.......
24 Agustus 2010
Rabu, 27 Oktober 2010
kamu
aku menghabisimu
eeeeh.....
tanpa kusadari
kau pelan-pelan
tak tarasa
menghabisi sisa umurku
ah....
dasar Kamu...
27 Agustus 2010
KEMENANGAN
Aku bertanya. Kemenangan atas apa dan atas siapa? benarkah kita telah mengalahkn dan menaklukan sesuatu sehingga kita menyandang gelar PEMENANG? Atau memang kita menang tanpa perang? Pantaskah kita menyandang gelar PEMENANG dan merayakan KEMENANGAN?
Catatanku
Ku terlahir
Tertiup
Tertatih
Tegap
Tegar
Tergiur dan Tegas.
Dan Terakhir
Ku Terpanggil
Tertatih
Tegap
Tegar
Tergiur dan Tegas.
Dan Terakhir
Ku Terpanggil
09 September 2010
Pondokku tempat laluku
Pondokku tempat laluku
Pondok itu tempat tidurku
Pondokku sekdar tempatku
Duh pondokku
Rinduku padamu dulu
Ramai beribu kutu
Buku dan ilmu
Duh pondokku
Kini kau bukan kau dulu
Sekarang aku tak temui kamu
Saat kitaberdua bercumbu
Di pojok-pojok
Dan sudut-sudut musholla
Bercinta dengan kitab suci lusuhku
Duh pondokku
Mana senyummu yang mekar itu
Di mana tawamu yag lucu itu
Pondokku.....pondokku.......
Kini hanya tempat laluku
Pondokku
Kini tempat tidurku
Jogja, 26 Oktober 2010
Pondok itu tempat tidurku
Pondokku sekdar tempatku
Duh pondokku
Rinduku padamu dulu
Ramai beribu kutu
Buku dan ilmu
Duh pondokku
Kini kau bukan kau dulu
Sekarang aku tak temui kamu
Saat kitaberdua bercumbu
Di pojok-pojok
Dan sudut-sudut musholla
Bercinta dengan kitab suci lusuhku
Duh pondokku
Mana senyummu yang mekar itu
Di mana tawamu yag lucu itu
Pondokku.....pondokku.......
Kini hanya tempat laluku
Pondokku
Kini tempat tidurku
Jogja, 26 Oktober 2010
Makhluk datar
Kureguk jaheku
Kau serobot nadaku
Kuminum tintaku
Kau telanjangi otakku
Kumenari gila
Kau tertawa suka
Kuterhujam panah
Kau menghisap serapah
Ah kau....
Makhluk datar berjuta wajah
Pantulkan aku
Kau sibak kemaluanku
Bantul, 22 Oktober 2010
Kau serobot nadaku
Kuminum tintaku
Kau telanjangi otakku
Kumenari gila
Kau tertawa suka
Kuterhujam panah
Kau menghisap serapah
Ah kau....
Makhluk datar berjuta wajah
Pantulkan aku
Kau sibak kemaluanku
Bantul, 22 Oktober 2010
Busur-busur
Busur-busur itu
Lancip terbujur
Membusur di balik alur
Membaur
Melukai tiap-tiap ekor
Melesat cepat
Tepat meloncat
Mencekat
Busur-busur itu
Sangat berbahaya
Melebihi panah
Pedang dan parang
Menggelincirkan
Dan sangat menyakitkan
20 Oktober 2010
Lancip terbujur
Membusur di balik alur
Membaur
Melukai tiap-tiap ekor
Melesat cepat
Tepat meloncat
Mencekat
Busur-busur itu
Sangat berbahaya
Melebihi panah
Pedang dan parang
Menggelincirkan
Dan sangat menyakitkan
20 Oktober 2010
Untitle
semburat cahaya itu
tersudutkan di pojok jalan
membaurkan asap rokokku
kau berada di sana
menari di atas aspal hitam
berlenggok merayu malam
melempar senyum ke sana kemari
aku pikir aku sedang gila
atau kau yang gila
ah, bukan
tangan itu menepuk mataku
memukulkan kayu
di atas tengkuk leherku
terjerembab aku di balik selimut
terbangun dari mimpiku
Bantul, 24 Oktober 2010
tersudutkan di pojok jalan
membaurkan asap rokokku
kau berada di sana
menari di atas aspal hitam
berlenggok merayu malam
melempar senyum ke sana kemari
aku pikir aku sedang gila
atau kau yang gila
ah, bukan
tangan itu menepuk mataku
memukulkan kayu
di atas tengkuk leherku
terjerembab aku di balik selimut
terbangun dari mimpiku
Bantul, 24 Oktober 2010
Awal yang berakhir
Ini adalah awal
Tapi nampaknya akan berakhir
Inilah mulanya
Dan sebentar lagi berakhir
Kau adalah permulaan baru
Seperti Surya yang tiba-tiba terbit
Dan menghapus gelap malamku
Tapi
Surya itu kini hampir tenggelam
Hari sudah senja
Dia akan bersinar di tempat lain
Selamanya
Dan tidak di bumiku
Inilah awal yang berakhir
Jogja, 9 September 2010
ceritaku bersamamu
kau datang padaku
saat aku hendak mendatangimu
kau mengatakan ya
tanpa aku memintamu
jika mereka bertanya
seperti apa kita
tentu bait-bait ini
tak cukup untuk bercerita
dan apabila mereka berkata
seperti inikah kalian berdua
maka sungguh mereka tak benar adanya
karena ini adalah cerita kita
ceritaku bersamamu
Jogja, 8 September 2010
saat aku hendak mendatangimu
kau mengatakan ya
tanpa aku memintamu
kala itu,
kita sangat bahagiajika mereka bertanya
seperti apa kita
tentu bait-bait ini
tak cukup untuk bercerita
dan apabila mereka berkata
seperti inikah kalian berdua
maka sungguh mereka tak benar adanya
karena ini adalah cerita kita
ceritaku bersamamu
Jogja, 8 September 2010
Malam-malam
malamku lalu
hariku bisu
hatiku pilu
malammu pergi
waktumu hilang
usiamu mati
malamku dan malammu
malam kita
adalah malam-malam mereka
hiasi malammu
dengan malamku
agar malam kita
menjadi malam-malam mereka
malamku dan malammu
malam yang kutung
Jogja, 7 September 2010
hariku bisu
hatiku pilu
malammu pergi
waktumu hilang
usiamu mati
malamku dan malammu
malam kita
adalah malam-malam mereka
hiasi malammu
dengan malamku
agar malam kita
menjadi malam-malam mereka
malamku dan malammu
malam yang kutung
Jogja, 7 September 2010
Perempuan itu ibuku
Perempuan itu ibuku
Yang menangis trersedu
Keriput pipinya semburat pilu
Mengais darah
Di tanah lapang bersimbah serakah
Perempuan itu ibuku
Berdiri tegak menantang langit
Hitam lebam kulitnya
Berbalut kain kebesaran surga
Perempuan itu ibuku
Berbisik lirih di tengah malam
Bernyanyi senandung cinta
Yang dia gubah dari jiwa
Suara nestapa anak-anaknya
Perempuan itu ibuku
Titisan bidadari berwajah ayu
Bermahkota rumput kering
Bermandikan embun bening
Jogja, Oktober 2010
Angin senja
Aku berlari ke arahmu
Mencumbu angin senja
Menghirup paku-paku baja
Kau berdiri tegap
Menyambut goyangan kakiku
Dengan lempengan batu
Mengucurkn mata air
dari sumber sahara
Aku berjalan mendekat
Ke arahmu
Menyeret nafasku
Memompa jantungku
Dan kau.....
Tetap berdiri di situ
Menatap kejam pada waktu
Bernyanyi geram
Terbata, terpana....
Jogja, 22 Oktober 2010
Mencumbu angin senja
Menghirup paku-paku baja
Kau berdiri tegap
Menyambut goyangan kakiku
Dengan lempengan batu
Mengucurkn mata air
dari sumber sahara
Aku berjalan mendekat
Ke arahmu
Menyeret nafasku
Memompa jantungku
Dan kau.....
Tetap berdiri di situ
Menatap kejam pada waktu
Bernyanyi geram
Terbata, terpana....
Jogja, 22 Oktober 2010
Jumat, 22 Oktober 2010
Tak ada Judul
Detik waktu telah mengibaskan sayapnya
Membuatku terpisah sekian lama denganmu
Kini saat aku hendak terbang menyusul
Nampaknya tiada tanah tersisa
untuk pendaratanku
dan aku.....
Tiada yang istimewa bagimu
Langganan:
Komentar (Atom)